• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Perbedaan Header File stdio iostream dan conio pada C++

 on Monday, March 17, 2014  

Sebelumnya telah dibahas tentang Tutotial Install MinGW Developer Studio.
Pada kesempatan kali ini, kajianinformasi.blogspot.com akan membahas tentang Perbedaan antara Header File stdio, iostream, dan conio pada C++. Selengkapnya, silahkan baca artikel berikut "Perbedaan antara Header File <stdio.h>, <iostream.h>, dan <conio.h> pada C++".

Perbedaan Header File stdio iostream dan conio pada C++

Salah satu hal penting dalam pemrograman dengan menggunakan bahasa C++ adalah header file. Header file adalah sekumpulan deklarasi dari berbagai fungsi atau juga dapat disebut juga sebagai library file yang digunakan pada program. Deklarasi atau library tersebut dapat berupa input/output dan function. Header file umumnya digunakan dengan menambahkan #include. Fungsi #include pada C++ ini merupakan preprocessor yang digunakan untuk membaca header files yang dideklarasikan. Preprocessor yang dimaksud di sini adalah proses yang dilakukan sebelum program di compile.

Header file memiliki fungsi untuk manajemen memori , fungsi matematika, memanggil console DOS input/output, operasi karakter dan string, dan sebagainya. Terdapat beberapa header file pada C++ misalnya stdio.h, iostream.h, conio.h, stdlib.h, string.h, math.h, dan sebagainya. Namun, pada pembahasan kali ini akan dibahas 3 header file pada C++, yaitu stdio.h, iostream.h, dan conio.h. Pembahasan 3 header file tersebut dipilih karena header file tersebut banyak digunakan pada C++, sekaligus ketiga header file tersebut merupakan langkah dasar untuk memahami pemrograman dengan bahasa C++.



<stdio.h>


Standard Input Output Header (stdio.h) digunakan sebagai standar operasi input/output. Beberapa fungsi pada header file ini meliputi: (1) scanf() merupakan fungsi input yang digunakan untuk menyimpan masukan data numerik, karakter, maupun string secara terformat (menentukan tipe datanya dahulu); (2) gets() merupakan fungsi khusus yang digunakan untuk menerima input tipe string (tanpa menentukan tipe datanya dahulu), sehingga dapat membaca beberapa kata (karakter dengan spasi); (3) printf() merupakan fungsi output yang digunakan untuk menampilkan data secara terformat (menentukan tipe datanya dahulu); (4) puts() merupakan fungsi khusus yang digunakan untuk menampilkan data tipe string (tanpa menentukan tipe datanya dahulu), sehingga dapat membaca beberapa kata (karakter dengan spasi); dan (5) putchar() merupakan fungsi output yang digunakan untuk menampilkan hasil dengan tipe data char (tanpa menentukan tipe datanya dahulu).

<iostream.h>


Input Output Stream Header (iostream.h) digunakan sebagai standar operasi input/output, khususnya pada C++. Beberapa fungsi pada header file ini meliputi: (1) cout merupakan fungsi output pada C++ yang digunakan untuk menampilkan data (dengan tipe data apapun), (2) cin merupakan fungsi input pada C++ yang digunakan untuk menyimpan masukan data numerik maupun karakter, dan (3) endl merupakan fungsi yang digunakan untuk memberikan perintah new line (berganti baris).

<conio.h>


Header file conio.h berfungsi sebagai antarmuka pengguna. Beberapa fungsi pada header file ini meliputi: (1) get character and echo atau getch() digunakan untuk menahan sementara data yang ditampilkan (pause), yang kemudian dapat melanjutkan tampilan ketika sembarang tombol ditekan; (2) getche() memiliki fungsi yang serupa dengan getch(), namun input ditampilkan pada getche(), sedangkan pada getch() input tidak ditampilkan; dan (3) clrscr() merupakan singkatan dari clear screen, berfungsi untuk membersihkan layar atau mengosongkan layar.

Perbedaan antara header file C++ <iostream.h>, <stdio.h>, <conio.h> diilustrasikan sebagai berikut:

Gambar 1 Ilustrasi Perbedaan Header File iostream stdio dan conio

Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa terdapat 3 header file, yaitu <iostream.h>, <stdio.h>, dan <conio.h>. Header file <iostream.h> terdiri dari input/output, dimana cin digunakan sebagai input dan cout digunakan sebagai outputHeader file <stdio.h> terdiri dari input/output, dimana scanf dan gets digunakan sebagai input dan printfputs, dan putchar digunakan sebagai outputHeader file <conio.h> terdiri dari functions, meliputi getch, getche, getchar, dan clrscr.



Sebagai contoh perbandingan secara nyata pada kode programnya, baca artikel Program Perhitungan Luas Segitiga C++ dengan stdio atau Program Perhitungan Luas Segitiga C++ dengan iostream.

Demikian pembahasan tentang Perbedaan antara Header File stdio.h, iostream.h, dan conio.h pada C++. Semoga artikel tentang Perbedaan stdio.h, iostream.h, dan conio.h pada C++, dapat bermanfaat dan dapat menjadi bahan referensi bagi Anda sekalian. Terima kasih telah membaca "Perbedaan Header File <stdio.h>, <iostream.h>, dan <conio.h>".

Perbedaan Header File stdio iostream dan conio pada C++ 4.5 5 Kajian Informasi Monday, March 17, 2014 Sebelumnya telah dibahas tentang Tutotial Install MinGW Developer Studio . Pada kesempatan kali ini, kajianinformasi.blogspot.com akan mem...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
J-Theme